Besi beton adalah bahan material yang sangat penting dalam urusan konstruksi. Besi beton biasanya akan menjadi besi tulangan yang kerap digunakan berbagai macam bangunan dengan kriteria tertentu.
Dalam memilih besi beton pun tidak boleh sembarangan, karena Anda harus memilih yang sudah SNI atau Standar Nasional Indonesia.
Bahkan Anda harus memahami tabel toleransi dari besi beton agar tidak ada kesalahan dalam pembangunan.
Kriteria Besi Beton Menurut SNI
Karena berhubungan dengan sebuah bangunan, maka jelas besi beton tidak boleh sembarangan dipilih. Sangatlah disarankan untuk memilih besi beton yang sudah berstandar SNI. Dimana sudah jelas Anda harus mengetahui kriteria dari besi beton menurut SNI. Berikut ini adalah kriterianya:

Ukuran Nominal
Kriteria pertama adalah dari ukuran nominalnya, dimana SNI juga telah menetapkan berapa nominal ukuran yang harus dimiliki oleh besi beton. Jika ukurannya tidak sesuai dengan standar meski hanya beberapa milimeter pun dianggap tidak layak digunakan.
Toleransi Besi Beton
Toleransi adalah mengacu pada penyimpangan terhadap ukuran yang bisa diterima. Setiap diameter biasanya akan diberikan penyimpangan toleransi, dimana ini menandakan bahwa besi beton masih aman dan bisa untuk digunakan pada bangunan tertentu.
Diameter
Selanjutnya juga SNI menetapkan ukuran diameter yang sudah ditetapkan. Sehingga setiap diameter dari besi beton pun tidak boleh terlalu melenceng. Karena ini akan mempengaruhi keamanan dari bangunan yang dibangun. Dimana diameter pada besi beton juga tidak dihitung dari siripnya.
Sirip Melintang
Setiap besi beton memiliki sirip di bagian permukaan batang yang melintang. Dimana ukurannya pun harus tepat dan sesuai dengan standar dari SNI.
Kemudian untuk urusan toleransi dari besi beton sendiri berbeda-beda dan tergantung dari diameternya. Misalnya besi beton dengan diameter 6 mm, maka setidaknya memiliki toleransi kurang lebih 0,3 mm.
Kemudian, jika diameter lebih dari 25 mm, maka toleransinya adalah sekitar 0,8 mm saja. Nah, jadi jika besi beton yang Anda gunakan 25 mm, maka maksimal toleransi adalah 25,8 mm saja. Tidak bisa lebih dari angka toleransi tersebut.
Tipe toleransi
1. Toleransi terhadap diameter
Tabel dibawah menunjukan toleransi batas wajar untuk setiap diameter besi. Contoh, besi beton polos maupun ulir memiliki diameter 8 mm, maka toleransi besi beton SNI adalah 0,4 mm. Artinya, diameter paling rendah yaitu 7,6 dan paling tinggi 8,4 mm.

2. Toleransi terhadap Panjang
Toleransi dalam panjang besi beton berdasarkan standar SNI ditentukan dari 0 mm hingga plus 70 mm (+70 mm) dimana tidak diperbolehkan lewat dari ukuran 70 mm.
Contoh, untuk besi beton panjang 8 m, toleransi panjang besi beton SNI minimum 7.93 m. Sama halnya untuk lebihnya juga tidak boleh lewat dari 70 mm
3. Toleransi terhadap Berat Besi
Tabel dibawah menunjukan toleransi batas wajar untuk berat per batang dan per lot. Berat untuk setiap diameter berbeda-beda baik ulir dan polos juga berbeda walaupun memiliki diameter yang sama.
